Kamis, 27 September 2012

sistim saraf

Sistem saraf adalah pemula kegiatan otot tubuh & pengatur fungsi mental dan fisik, sistem saraf juga bekerja berdasarkan impuls elektrokimia.

SISTEM SARAF
Ø  Termasuk sistem pengendali yang merupakan rangkaian organ yang kompleks membentuk sistem terdiri dari jaringan saraf. Jaringan saraf tersebar di seluruh jaringan tubuh. Sistem informasi yang terintegrasi, berfungsi menerima data, mengolahnya, menentukan respon dan memberi perintah ke setiap organ tubuh untuk melakukan tindakan yang penting demi keadaan homeostasis(Pengaturan ketenangan internal dan pemelihara-an kondisi dalam tubuh meskipun terjadi perubahan pada lingkungan sekitarnya.) Tanpa sistem saraf manusia tidak mampu berkomunikasi, berinteraksi, beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (internal & eksternal)
Ø  Stimulus
Setiap perubahan yang terjadi di luar dan di dalam tubuh yang memicu pengiriman pesan ke sistem saraf. Mis: huruf à mata

FUNGSI SISTEM SARAF
       Fungsi kewaspadaan
        Membantu mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar untuk disampaikan ke alat indera. Pada alat indera terdapat saraf sensorik yang befungsi khusus sebagai penginput data
       Fungsi intergrasi
        Menerima pesan  (input data) sensorik dari lingkungan luar, interpretasi oleh CNS, mengatur informasi dan mengintegrasikan dengan informasi yang telah ada untuk menentukan jenis respon yang akan diberikan
       Fungsi koordinasi
        Setelah dari otak informasi yang sudah terintegrasi untuk mengirimkan pesan/perintah pada otot2 dan kelenjar2, menghasilkan gerak dan sekresi terorganisasi
SEL EKSITABEL= SEL PEKA RANGSANG
-          SEL YANG BILA DIBERI RANGSANG-AN  YANG ADEKUAT MAMPU MENIM-BUL KAN  TERJADINYA POTENSIAL AKSI.
-          YAITU : SEL SARAF DAN SEL OTOT


SEL SARAF = NEURON
l  UNIT STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL  TERKECIL DARI SISTEM SARAF
l   JUMLAH   :  ± 10 11

NEURON TERDIRI DARI :
* DENDRIT à  PENERIMA RANGSANG
 * SOMA (PERIKARION, TUBUH SEL) àSEDIA BHN MAKANAN U/ HIDUP SEL
* AKSON à PENGHANTAR IMPULS
NEUROGLIA
l  SEL PENYANGGA/SEL PENYOKONG NEURON
l  JUMLAH  : 5-10 X NEURON
l  YAITU :
   - SEL SCHWANN (SST) , SEL SATELIT (SST)
     OLIGODENDROSIT, SEL EPENDIMAL (SSP),
     ASTROSIT, MIKROGLIA (SSP)
KONDUKSI IMPULS SARAF PADA AKSON BERMIELIN
l  MIELIN   --- >  ISOLATOR LISTRIK.
l  KONDUKSI PADA NODE OF RANVIER (SIMPUL RANVIER).
l  SALTATORY CONDUCTION LEBIH EFISIEN
- KECEPATAN : LEBIH CEPAT DIBANDING AKSON TAK BERMIELIN
  • saraf bermielin  : 120m/detik
  • saraf tak bermielin  : 1 m/detik
  • makin kecil diameter serat saraf , makin  lambat konduksinya.


NEURON BERDASARKAN STRUKTUR
l  BIPOLAR 
                mis ; retina mata                                 
l  MULTIPOLAR
     mis : saraf motorik
l  PSEUDOUNI POLAR
     mis ; saraf sensorik
l  SINAPS
       HUBUNGAN ANTAR NEURON ATAU  
       NEURON DENGAN OTOT
l   NEUROMUSCULAR JUNCTION =
   myoneural        
       HUBUNGAN ANTARA NEURON
       DENGAN  OTOT
ISTILAH – ISTILAH :
l  SYNAPTIC  KNOB
l  END PLATE
l  CELAH SINAPS
l  CELAH SUBNEURAL
l  VESIKEL
l   PRESINAPTIK
l   POST SINAPTIK
Mekanisme kerja Sinap
1. Impuls/P.A  sampai di axon presinap
2. Saluran ion Ca (kalsium) terbuka
3. Ion Ca masuk à translokasi vesikel
4. Eksositosis (keluarnya transmiter ke celah sinap)
5. Neurotransmiter berikatan dg reseptor
6. Efek Excitatory (menghantar) atau Inhibitory (menghambat) impuls
NEUROTRANSMITER
l  NEUROTRANSMITER
l  BAHAN YANG DISINTESIS OLEH BADAN   SEL DAN DISEKRESI OLEH UJUNG AKSON
l  DAPAT BERSIFAT EKSITASI DAN INHIBISI
l  ZAT TRANSMITER EKSITASI
   Misal ;    ASETILKOLIN, ZAT P
                 NOR ADRENALIN
                ADRENALIN , GLUTAMAT.
l   ZAT TRANSMITER INHIBISI
    Misal ;   SEROTONIN,  DOPAMIN     
                 GABA, GLISIN, , ASPARTAT
2 MACAM SUMASI :
1. SUMASI   RUANG ( SPATIAL )
          PENJUMLAHAN  DUA ATAU
          LEBIH SINAPS.
2. SUMASI  WAKTU ( TEMPORAL )
          SINAPS YANG SAMA MELETUP
          BERURUTAN SECARA CEPAT.
SARAF BERDASARKAN FUNGSI
l  ADA 3 MACAM
  1. S. SENSORIK   = SARAF AFFERENT
  2. S.  MOTORIK   = SARAF EFFERENT
  3. S.  ASOSIASI  = INTER NEURON
SARAF SENSORIK   = SARAF AFFERENT
l  Menghantarkan rangsangan dari reseptor sensoris ke sistem saraf pusat.
l  Reseptor terdapat didendrit atau badan
   sel  yang menerima rangsangan fisik atau
   kimiawi.
SARAF MOTORIK   = SARAF EFFERENT
l  Membawa informasi keluar SSP ke organ
   sasaran (sel otot atau kelenjar).
-          SARAF SOMATIK
-          SARAF OTONO-MIK
SARAF ASOSIASI  = INTER NEURON
l  Menyampaikan pesan antara s. sensorik dan s. motorik.
l  Terletak di SSP dengan jumlah hampir 90%   dari seluruh neuron.
SISTEM SARAF
l  SISTEM SARAF PUSAT ( CNS )
              - OTAK
              - MEDULLA SPINALIS
l  SISTEM SARAF TEPI/PERIFER ( PNS )
              - N. CRANIALIS
              - N. SPINALIS
l  SISTEM SARAF OTONOM ( ANS )
             - SARAF SIMPATIS
             - SARAF PARASIMPATIS
SISTEM SARAF PUSAT
l  1. OTAK = ENCEPHALON
A.      TELENCEPHALON =
     CEREBRUM = OTAK BESAR
l  KORTEKS SEREBRI
l  KORPUS STRIATUM
l  RHINCEPHALON
CEREBRUM terbagi atas 4 lobus :
l  Lobus temporalis   à intepretasi bau , memori 

l  Lobus frontalis   à gerakan motorik
    
l  Lobus parietalis    à pendengaran, taktil
l  Lobus oksipitalis  à  visual
Lanjutan otak
    1. DIENCEPHALON
    2. THALAMUS
        Menerima rangsang nyeri
l  EPITHALAMUS
        terdapat choroid plexus tempat
        pembentukan cairan serebrospinal
HIPOTHALAMUS
FUNGSI KHUSUS HIPOTHALAMUS;
1. PENGATURAN KARDIOVASKULAR
2. PENGATURAN SUHU TUBUH
3. PENGATURAN AIR TUBUH
4. PENGATURAN MAKAN
5. PENGENDALIAN RASA TERANGSANG
    DAN MARAH
6. PENGENDALIAN FUNGSI ENDOKRIN
    1. MESENCEPHALON = OTAK TENGAH
D.  RHOMBENCEPHALON = OTAK BELAKANG
         *  METENCEPHALON  :
                - CEREBELLUM = OTAK KECIL
                  fungsi : keseimbangan.
                - PONS
            MIENCEPHALON   :
                - MEDULLA OBLONGATA
   sebagai :
               - pusat respirasi
               - pusat reflek batuk, menelan,
                  muntah, salivasi
           
MEDULLA SPINALIS
-    PEMBAGIAN SEGMENTASI JELAS
-    TIAP SEGMEN TERDAPAT SARAF SPINAL
Mekanisme pelindung otak & medula spinalis
1. Tulang
2. Meningen (Meninx)
3. Cairan Serebrospinalis
4. Blood Brain Barrier (Sawar Darah Otak)
TIGA TINGKAT UTAMA DALAM SISTEM SARAF PUSAT :
  1. MEDULLA SPINALIS à MENGENDALIKAN POLA REFLEKS DASAR TUBUH.
  1. DAERAH BASAL OTAK à MENGENDALIKAN FUNGSI TUBUH SEPERTI KESEIMBANGAN, GERAKAN KASAR TUBUH, MAKAN, JALAN, BERNAFAS.
3.  KORTEKS SEREBRI à BERPIKIR, KEGIATAN MOTORIK HALUS.

epidural
 1. DURAMATER      à TEBAL DAN KERAS
                                                              subdural                                                  
2. ARACHNOID    à   TIPIS DAN LUNAK
                                                    subarachnoid
3. PIAMATER      à    TIPIS DAN LUNAK
CAIRAN SEREBROSPINAL
l  terdapat di dalam ventrikel otak
l  dibentuk oleh : plexus choroideus
l  Direabsorpsi di rongga Sub arachnoid
l  penimbunan à HIDROCEPHALUS, krn
l  Obstruksi
l  Penurunan reabsorpsi
l  fungsi : - bantalan pengaman
               - metabolisme jaringan SSP
Sawar darah otak = Blood brain barrier
l  terbentuk dari sel-sel endotel yang saling berikatan erat di kapiler otak.
l  melindungi sel-sel otak terhadap bahan-bahan  asing.
l  banyak bahan kimia maupun obat tidak dapat lewat.
l  Mudah lewat : 02, H20, CO2, glukosa,
            alkohol, asam amino.
  Refleks
l  Mekanisme kerja dasar sistem saraf
l  Busur refleks :
  Rangsangan à Reseptor à Saraf Sensoris à Saraf Pusat à Saraf Motorik à Efektor (organ pelaksana)
REFLEKS SEDERHANA
l  JAWABAN MOTORIK YANG TERJADI KARENA PERANGSANGAN SENSORIK YANG DIOLAH DI MEDULA SPINALIS
Contoh : REFLEKS PENARIKAN DIRI  ( WITHDRAWAL REFLEX )
REFLEKS MENGGARUK
REFLEKS BERJALAN.
KOMPONEN LENGKUNG REFLEKS TERDIRI DARI  :
1. RESEPTOR
2. SARAF SENSORIK
3. SINAPS
4. SARAF MOTORIK
5. TARGET ORGAN
SISTEM SARAF TEPI/PERIFER
  ( PNS )
- N. CRANIALIS à 12 PS
- N. SPINALIS à 31 PS
SISTEM SARAF OTONOM
l  FUNGSI : HOMEOSTASIS, MELALUI REGULASI AKTIVITAS OTOT JANTUNG, OTOT POLOS DAN KELENJAR.
l  TERDIRI DARI DUA BAGIAN :
          w  SARAF SIMPATIS
    
          w  SARAF PARASIMPATIS
PERBEDAAN ANTARA SARAF SIMPATIS DAN PARASIMPATIS
PEMBAGIAN ANATOMI.
    Asal :
    S : segmen torakal dan lumbal medula
          spinalis
    P : saraf kranial dan segmen sakral
          medula spinalis
.  EFEK PERANGSANGAN TERHADAP ORGAN   SALING BERLAWANAN.
3.  JENIS ZAT TRANSMITER.
     S : Preganglionik  : Acetilkolin    
          Post ganglionik : Nor Adrenalin
      P : Preganglionik  : Acetilkolin
           Post ganglionik : Acetilkolin
FUNGSI SARAF SIMPATIS
l  Pengendalian derajat vasokonstriksi di kulit
l  Pengendalian kecepatan pengeluaran keringat
l  Pengendalian frekwensi denyut jantung
l  Pengendalian tekanan darah
l  penghambatan sekresi dan gerakan gastro-intestinalis.
l  Meningkatkan metabolisme sel
FUNGSI SARAF PARASIMPATIS:
l  Mengendalikan pengfokusan mata dan dilatasi pupil.
l  Mengendalikan sekresi kelenjar ludah, denyut jantung, sekresi lambung, sekresi pankreas.
SERAT KOLINERGIK :
l  SEKRESI : ACETILKOLIN
l  RESEPTOR :
        §  TIPE MUSKARINIK
                   - otot polos                     
                   - otot jantung
                   - sel kelenjar
        § TIPE NIKOTINIK                  
                   - neuromuscular junction
SERAT  ADRENERGIK :
l  SEKRESI : NOR ADRENALIN, ADRENALIN
l  RESEPTOR : 
        § TIPE a (ALPHA)           » nor adrenalin 
                       - pembuluh darah
         § TIPE b (BETA)             » adrenalin 
                       - bà miokard
                       - b 2 à bronchus, vasa coronaria



Sabtu, 15 September 2012

Keterbatasan Dalam Berfikir


Banyak remaja sekarang yang melakukan free sex, mereka tidak mengetahui apa bahaya free sex untuk diri mereka sendiri. Di artikel ini saya akan membahas mengenai “Free sex dalam kehidupan remaja sekarang”.
Anda tahu kana pa itu free sex/ sex bebas???. Mungkin remaja saat ini kurang akan pengetahuan mengenai sex bebas, yang mereka tau hanya sex bebas dapat menimbulkan kesengan tapi mereka tidak mengetahui  bahaya dari sex bebas tersebut. Menurut beberapa artikel dan berita yang pernah saya dengar 68% remaja pernah melakukan hubungan sex bebas. Banyak alasan mengapa mereka melakukan sex bebas yaitu:
  • Kurangnya komunikasi antara orang tua dengan anak
  • Karena kaitan dengan orang tua dan anak yang kaku
  • Banyaknya konsumsi alcohol
  • Kurangnya pendidikan akan sex bebas

Remaja zaman sekarang hanya berfikir untuk kesenangan sesaat karena mereka tidak mempunyai media lain untuk melampiaskan kekesalan mereka terhadap lingkungan sekitar.

Apa bahaya sex bebas????
Terkena penyakit kelamin seperti HIV/AIDS, Sifilis, Kencing Nanah

Cara agar tidak melakukan sex bebas
  • Adanya kasih sayang dari orang tua yang mereka butuhkan
  • Menambah kegiatan positif
  • Menambah pendidikan tentang sex bebas dan pendidikan agama

Aslinya banyak cara yang kita lakukan untuk tidak melakukan sex bebas, namun semua itu kembali kepada diri mereka sendiri.

Kedewasaan


Kedewasaan adalah suatu proses dimana seseorang dapat bertanggung jawab, mandiri, jujur dan dapat memilih mana yang benar dan salah. Namun banyak orang yang sudah dewasa belum tentu dia mempunyai kedewasaan diri dalam hidupnya. Seorang dikatakan dewasa berarti mereka bisa menentukan yang baik untuk hidupnya masa depan dan bertanggung jawab apa yang telah dia perbuat.
Bagaimana proses kedewasaan????
Proses menuju kedewasaan-otonomi diri dalam realitas hidup secara ringkas di satu sisi berari:

  • Belajar untuk bertanggung jawab atas hidupnya
  • Siap berproses dalam hidup sendiri
  • Siap rela hidup dalam kompleksitas
  • Terbuka dalam pengalaman
  • Berani menerima apa adanya
  • Mempercayai orang lain
Kenapa dewasa itu penting???
Karena pemikiran seseorang akan mempengaruhi kehidupannya, namun jarang seseorang berfikiran dewasa meskipun mereka telah dianggap dewasa
Apa ciri-ciri kedewasaan???
  1. Kedewasaan itu bisa dilihat dari psikolog dan fisiknya
  2. Orang yang dikatakan dewasa dapat memilih mana yang baik dan salah untuk kehidupannya
  3. Dapat bertanggung jawab atas kehidupannya
  4. Mampu mengambil keputusan untuk hidupnya
  5. Dan tidak bergantung jawab kepada orang lain